Tersingkir dari Piala Liga Inggris 2020-2021, Performa Chelsea Tuai Cibiran

Posted on

Chelsea harus menuai hasil minor saat jalani set ke-3 Piala Liga Inggris musim 2020-2021. Hadapi Tottenham Hotspur, The Blues –julukan Chelsea– harus menyerah 5-4 lewat beradu penalti selesai bermain 1-1 di saat normal.

Dalam laga yang berjalan di Tottenham Hotspur Fase, Rabu 30 September 2020, pagi hari WIB itu, Chelsea sebetulnya dapat tampil menjanjikan di 20 menit pertama. Serta Chelsea dapat unggul bertambah dulu dari Tottenham lewat gol Timo Werner pada menit ke-19.

Walau telah sukses unggul, Chelsea terlihat mampu memimpin permainan di set pertama. Akhirnya, beberapa peluang juga didapat Chelsea untuk dapat jadi besar keunggulan atas Tottenham. Tetapi peluang yang mereka peroleh tidak berhasil menghasilkan gol.

Pada set ke-2, Chelsea malah alami pengurangan perform. Situasi itu juga dapat digunakan Tottenham untuk dapat melakukan perbaikan situasi. Tottenham sendiri pada akhirnya dapat menyamai posisi pada menit ke-83 lewat gol Erik Lamela.

Score 1-1 juga bertahan sampai semprit panjang ditiupkan wasit bertanda laga selesai. Dengan situasi itu laga di antara Tottenham menantang Chelsea harus terpaksa bersambung ke set beradu penalti. Pada set ini, beberapa penendang penalti Tottenham sukses jalankan pekerjaannya secara baik

Sesaat Chelsea cuman empat pemain yang sukses menjebloskan bola ke gawang Tottenham

Ialah Mason Mount jadi salah satu pemain Chelsea yang tendangan penaltinya tidak berhasil menghasilkan gol. Dengan ketidakberhasilan Mount itu, Tottenham juga pada akhirnya sukses memenangi laga ini serta memiliki hak meluncur ke set ke-4 Piala Liga Inggris 2020-2021.

Kekalahan Chelsea dari Tottenham di Piala Liga Inggris musim ini juga memetik cibiran dari salah satunya pemain legendaris mereka, yaitu Frank Leboeuf. Ya, Leboeuf akui benar-benar sedih dengan perform yang diperlihatkan anak bimbingan Frank Lampard itu. 

“Kita lihat beberapa kesalahan protektif dari Chelsea musim kemarin, serta mereka juga masih memiliki banyak pekerjaan rumah yang perlu dituntaskan,” jelas Leboeuf, seperti disampaikan oleh Talksport, Kamis (1/10/2020).

“Namun, ini tidak cuma beberapa pemain belakang, beberapa pemain tengah juga begitu, mereka harus kerja keras serta kembali lagi lebih bagus. Kita dapat mengambil contoh pada diri Mason Mount. Ia tampil jelek selama laga,” tambahnya. 

“Ia pemain yang paling berpotensi, tetapi beberapa pemain harus bangun bila ingin membuat profesi. Profesi bukan hanya bertahan enam bulan atau satu tahun, harus lebih dari itu,” selesai figur yang sukses mengantar timnas (Tim nasional) Prancis memenangkan Piala Dunia 1998 itu.

(Ram)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *